Rudy
( oleh Rachmat Fazhry )
Rudy
yang berumur 19 tahun adalah anak jalanan yang telah menjadi yatim
piatu semenjak kecil. Bersama kedua adiknya yang masih kecil dan Noorman
sahabatnya. Menjalani kerasnya kehidupan ibu kota Jakarta, keduanya
sering kali terlibat dan perampasan dompet di terminal bis kota. Jalanan
telah menjadi rumah mereka dan Jakarta sebagai ibu yang membessarkan
mereka berdua. Rasa takut tak pernah singgah dihati Rudy dan Norman.
Beringasnya wajah satpol PP yang sering mengejar-ngejar mereka untuk di
masukkan ke panti asuhan tak pernah dihirau kan.
Suatu
ketika, di pojok terminal bis kota, Norman menghampiri Rudy dengan
membawa tas. Di dalamnya terdapat bungkusan plastik bewarna hitam. Rudy
yang penasaran melihat bungkusan yang di bawa Norman. Lakban bewarna
coklat, Rudy mengenali barang tersebut. Karena yang di bawa oleh Norman
adalah ganja dengan ukuran 1 Kg. Rudy tersentak dengan ganja yang di
bawa Norman. Rudy sedikit menjauh dari Norman sahabatnya, melihat
gerak-gerik Rudy yang menjauh, Norman memanggilnya untuk menjelaskan
maksud dia membawa ganja. Rudy masih tampak acuh, namun Norman tetap
menjelaskan bahwa ganja yang di bawa dalam tasnya untuk dijual. Norman
sudah bosan dengan kehidupannya yang menjadi anak jalanan dan hanya
menjadi sampah yang tersingkir dari masyarakat ibu kota. Norman
menginginkan kehidupan yang mewah dan dihormati, tak seperti anak
jalanan yang selalu diacuhkan dan dikejar-kejar polisi satpol PP.
Mendegar penjelasan Norman, Rudy sedikit terhentak namun masih menjaga
jarak. Dirinya takut dengan keadaan adik-adiknya yang masih kecil,
bagaimana jika dia tertngkap nanti dan di masukkan ke dalam penjara.
Tidak ada yang akan menjaga adik-adiknya. Sedangkan Rudy menjadi harapan
untuk para adik-adiknya. Lalu Norman menjelaskan kembali, bahwa dia
akan sangat berhati-hati menjual ganja dagangannya. Rudy yang terbujuk
akhirnya setuju dengan ide Rudy untuk menjual ganja.
Dimulailah perjalanan baru Rudy dan Norman sebagai penjual ganja, berdua mereka menjual daun surga kepada sesama anak jalanan, kemampuan bicara Norman, membuat hasil dagangan mereka laku dengan cepat. Perputaran yang yang mereka terima membuat kehidupan mereka sedikit berubah. Rudy dan Norman telah menjadi orang yang sering dicari anak-anak jalanan di lingkungan mereka. Namun pencapaian yang telah mereka peroleh dalam menjual ganja tak bertahan lama. Polisi mencium adanya perdagangan ganja di lingkungan terminal. Setelah mengetahui Rudy dan Norman adalah dalang beredarnya ganja , polisi langsung melakukan pengejaran terhadap mereka berdua. Rudy dan Norman yang sadar dirinya sedang dalam pengejaran polisi langsung melarikan diri, namun sayang untuk Rudy dirinya tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara anak-anak. Sedangkan Norman berhasil melarikan diri dari kejaran polisi dan menghilang.
Hidup di penjara membuat Rudy sangat menyesal atas apa yang telah dia perbuat, dalam benak pikirannya selalu berpikir bagaimana kedua nasib adiknya. Tahun demi tahun telah Rudy jalani sebagai tahanan, tak ada kabar dari sahabatnya Norman.Sahabat yang mengajak dirinya menjual ganja dan dirinya kini mendekam bertahun-tahun di dalam penjara.
Lama tak mendapat kunjungan, datang lah Surya. Seorang polisi muda yang menangani kejahatan kriminalitas dan narkoba. Surya menceritakan kepada Rudy bahwa Norman sahabatnya telah menjadi seorang kepala narkoba yang menggerakkan pengedaran narkoba di Jakarta. Surya juga mengetahui latar belakang Rudy yang seorang yatim piatu dan mempunyai dua orang adik. Rudy yang mendengar kabar diberikan oleh Surya langsung tak percaya, bagaimana Surya bisa mengetahui bahwa dirinya mempunyai dua adik dan sahabatnya Norman telah menjadi bos narkoba. Surya mengeluarkan foto-foto yang menggambarkan kedua adiknya telah diasuh oleh orang lain dan foto Norman yang telah menjadi target operasi kepolisian.
Surya menjelaskan kedatangannya mengunjungi Rudy utnuk mengajaknya bekerja sama dalam menangkap Norman. Dengan tegas Rudy menolak ajakan Surya dan langsung pergi. Sebelum Rudy pergi jauh, Surya menawarkan kehidupan bebas dari penjara dan dirinyaa bisa berkumpul kembali dengan adik-adiknya. Rudy berhenti sejenak dan berbalik menemui Surya, mendegarkan penjelasan dan strateginya dalam menangkap Norman, Sahabatnya yang kini telah menjadi ancaman untuk masyarakat Jakarta. Tindakannya yang sadis dan menjual narkoba tanpa pernah tertangkap menjadikannya buronan yang sangat di cari kepolisian. Surya mengharapkan Rudy mau menjadi mata-mata kepolisian untuk bisa masuk ke organisasi yang diketuai Norman. Dan sebagai imbalannya Rudy akan bebas dan bisa berkumpul kembali dengan kedua adiknya. Rudy berpikir atas penawaran yang diberikan Surya, dia mengalami dilema yang besar, membela rudy sahabatnya atau berkumpul kembali dengan adik-adiknya. Rudy teringat bagaiman dia bisa masuk ke penjara karena dirinya telah membantu Norman dalam menjual ganja. Akhirnya Rudy memutuskan untuk bergabung bersama kepolisian dan bersama-sama Surya akan menagkap Norman sahabatnya yang tak pernah menjenguknya ketika di penjara.
Menghirup udara di luar penjara dan merasakan kembali sinar matahari, sungguh kenikmatan yang tak akan pernah mau dilepas kemabli oleh Rudy. Namun perasaan itu hanya akan bertahan sesaat. tugas bersama kepolisian untuk menangkap Norman sahabatnya masih menanti.
Langkah kaki rudy keluar menapaki jalan keluar dari penjara. Baru saja berjalan beberapa langkah, dirinya dihampiri oleh dua orang asing. Rudy merasa kaget namun masih tetap tenang. Kedua orang asing itu berbicara sebagai suruhan Norman yang telah menantinya di dalam mobil. Rudy mengikuti kedua orang tersebut ke dalam mobil untuk menemui Norman. Di dalam mobil Norman sudah menanti kedatangan Rudy sahabatnya, suasana gembira menyertai kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Keberhasilan Rudy masuk ke dalam organisasi yang dipimpin Norman, membuat Surya senang. Kini dirinya hanya menunggu transaksi narkoba yang akan dilakukan oleh Norman. Rudy yang kini telah di percaya Norman sebagai tangan kanannya, akan diajak Norman untuk memuluskan transaksi besar yang selalu sangat rahasia dan sulit sekali untuk ditembus oleh pihak kepolisian.
Waktu yang dinantikan telah tiba, sebuah transaksi besar yang melibatkan pihak Norman akan dilaksanakan. kepolisian yang diwakili oleh rudy sebagai orang dalam akan menjadi faktor utama sukses dibalik penangkapan Norman. Bos besar Narkoba yang telah menjadi incaran kepolisian.
Persiapan sudah dilakukan Surya dan anak buahnya, hanya tinggal menunggu kode dari Rudy sebelum melakaukan penyergapan.
Pertemuan Norman dan pihak pembeli narkoba sudah ditentukan, tempat rahasia juga sudah dipersiapkan. Norman langsung bertemu dengan pihak pembeli. Meminta untuk diperlihatakn uang yang akan mejadi miliknya. Sang pembeli pun memperlihatkan. Setelah Norman percaya, dia dan anak buahnya memperlihatkan narkoba yang akan ditukarkan dengan uang tersebut. ketika itu Rudy segera memberikan kode kepada Surya dengan telepon genggam yang ia sembunyikan. Surya dan anak buahnya yang sudah siaga lalu menyerbu tempat di adakannya transaksi. Norman yang terhentak langsung lari menyelmatkan diri. Rudy yang melihat gerakan Norman langsung mengejar sahabatnya. Surya yang tak mau kehilangan targetnya juga ikut melakukan pengejaran. Keadaan terdesak membuat Norman melakukan penembakan. Surya pun membalas. Adu tembak antara Norman dan Surya tak terelakkan. Rudy yang bersembunyi mengatakan kepada Norman untuk menyerahkan diri kepada kepolisian. Namun permintaan itu ditolak oleh Norman. Norman tak menyangka bahwa sahabatnya akan menghianati dirinya. Rudy menjelaskan kepada Norman, dirinya haya ingin bebas dari penjara dan dapat segera bertemu dengan kedua adiknya. Norman adalah sahabatnya, namun dirinya kali ini lebih mementingkan kehidupan kedua adiknya. Mendengar penjelasan rudy, Norman terdiam dan langsung menembaki Surya dengan membabi buta. Melihat penjagaan Norman lemah, Surya melepaskan peluru ke arah dada Norman. Norman yang terkena tembakan langsung jatuh tersungkur ke tanah dan diam tak bergerak. Keheningan menyertai Rudy saat melihat sahabatnya jatuh ke tanah. Diam dan hanya bisa memandangi sahabanya yang kini telah pergi untuk selamanya.
Dimulailah perjalanan baru Rudy dan Norman sebagai penjual ganja, berdua mereka menjual daun surga kepada sesama anak jalanan, kemampuan bicara Norman, membuat hasil dagangan mereka laku dengan cepat. Perputaran yang yang mereka terima membuat kehidupan mereka sedikit berubah. Rudy dan Norman telah menjadi orang yang sering dicari anak-anak jalanan di lingkungan mereka. Namun pencapaian yang telah mereka peroleh dalam menjual ganja tak bertahan lama. Polisi mencium adanya perdagangan ganja di lingkungan terminal. Setelah mengetahui Rudy dan Norman adalah dalang beredarnya ganja , polisi langsung melakukan pengejaran terhadap mereka berdua. Rudy dan Norman yang sadar dirinya sedang dalam pengejaran polisi langsung melarikan diri, namun sayang untuk Rudy dirinya tertangkap dan dimasukkan ke dalam penjara anak-anak. Sedangkan Norman berhasil melarikan diri dari kejaran polisi dan menghilang.
Hidup di penjara membuat Rudy sangat menyesal atas apa yang telah dia perbuat, dalam benak pikirannya selalu berpikir bagaimana kedua nasib adiknya. Tahun demi tahun telah Rudy jalani sebagai tahanan, tak ada kabar dari sahabatnya Norman.Sahabat yang mengajak dirinya menjual ganja dan dirinya kini mendekam bertahun-tahun di dalam penjara.
Lama tak mendapat kunjungan, datang lah Surya. Seorang polisi muda yang menangani kejahatan kriminalitas dan narkoba. Surya menceritakan kepada Rudy bahwa Norman sahabatnya telah menjadi seorang kepala narkoba yang menggerakkan pengedaran narkoba di Jakarta. Surya juga mengetahui latar belakang Rudy yang seorang yatim piatu dan mempunyai dua orang adik. Rudy yang mendengar kabar diberikan oleh Surya langsung tak percaya, bagaimana Surya bisa mengetahui bahwa dirinya mempunyai dua adik dan sahabatnya Norman telah menjadi bos narkoba. Surya mengeluarkan foto-foto yang menggambarkan kedua adiknya telah diasuh oleh orang lain dan foto Norman yang telah menjadi target operasi kepolisian.
Surya menjelaskan kedatangannya mengunjungi Rudy utnuk mengajaknya bekerja sama dalam menangkap Norman. Dengan tegas Rudy menolak ajakan Surya dan langsung pergi. Sebelum Rudy pergi jauh, Surya menawarkan kehidupan bebas dari penjara dan dirinyaa bisa berkumpul kembali dengan adik-adiknya. Rudy berhenti sejenak dan berbalik menemui Surya, mendegarkan penjelasan dan strateginya dalam menangkap Norman, Sahabatnya yang kini telah menjadi ancaman untuk masyarakat Jakarta. Tindakannya yang sadis dan menjual narkoba tanpa pernah tertangkap menjadikannya buronan yang sangat di cari kepolisian. Surya mengharapkan Rudy mau menjadi mata-mata kepolisian untuk bisa masuk ke organisasi yang diketuai Norman. Dan sebagai imbalannya Rudy akan bebas dan bisa berkumpul kembali dengan kedua adiknya. Rudy berpikir atas penawaran yang diberikan Surya, dia mengalami dilema yang besar, membela rudy sahabatnya atau berkumpul kembali dengan adik-adiknya. Rudy teringat bagaiman dia bisa masuk ke penjara karena dirinya telah membantu Norman dalam menjual ganja. Akhirnya Rudy memutuskan untuk bergabung bersama kepolisian dan bersama-sama Surya akan menagkap Norman sahabatnya yang tak pernah menjenguknya ketika di penjara.
Menghirup udara di luar penjara dan merasakan kembali sinar matahari, sungguh kenikmatan yang tak akan pernah mau dilepas kemabli oleh Rudy. Namun perasaan itu hanya akan bertahan sesaat. tugas bersama kepolisian untuk menangkap Norman sahabatnya masih menanti.
Langkah kaki rudy keluar menapaki jalan keluar dari penjara. Baru saja berjalan beberapa langkah, dirinya dihampiri oleh dua orang asing. Rudy merasa kaget namun masih tetap tenang. Kedua orang asing itu berbicara sebagai suruhan Norman yang telah menantinya di dalam mobil. Rudy mengikuti kedua orang tersebut ke dalam mobil untuk menemui Norman. Di dalam mobil Norman sudah menanti kedatangan Rudy sahabatnya, suasana gembira menyertai kedua sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Keberhasilan Rudy masuk ke dalam organisasi yang dipimpin Norman, membuat Surya senang. Kini dirinya hanya menunggu transaksi narkoba yang akan dilakukan oleh Norman. Rudy yang kini telah di percaya Norman sebagai tangan kanannya, akan diajak Norman untuk memuluskan transaksi besar yang selalu sangat rahasia dan sulit sekali untuk ditembus oleh pihak kepolisian.
Waktu yang dinantikan telah tiba, sebuah transaksi besar yang melibatkan pihak Norman akan dilaksanakan. kepolisian yang diwakili oleh rudy sebagai orang dalam akan menjadi faktor utama sukses dibalik penangkapan Norman. Bos besar Narkoba yang telah menjadi incaran kepolisian.
Persiapan sudah dilakukan Surya dan anak buahnya, hanya tinggal menunggu kode dari Rudy sebelum melakaukan penyergapan.
Pertemuan Norman dan pihak pembeli narkoba sudah ditentukan, tempat rahasia juga sudah dipersiapkan. Norman langsung bertemu dengan pihak pembeli. Meminta untuk diperlihatakn uang yang akan mejadi miliknya. Sang pembeli pun memperlihatkan. Setelah Norman percaya, dia dan anak buahnya memperlihatkan narkoba yang akan ditukarkan dengan uang tersebut. ketika itu Rudy segera memberikan kode kepada Surya dengan telepon genggam yang ia sembunyikan. Surya dan anak buahnya yang sudah siaga lalu menyerbu tempat di adakannya transaksi. Norman yang terhentak langsung lari menyelmatkan diri. Rudy yang melihat gerakan Norman langsung mengejar sahabatnya. Surya yang tak mau kehilangan targetnya juga ikut melakukan pengejaran. Keadaan terdesak membuat Norman melakukan penembakan. Surya pun membalas. Adu tembak antara Norman dan Surya tak terelakkan. Rudy yang bersembunyi mengatakan kepada Norman untuk menyerahkan diri kepada kepolisian. Namun permintaan itu ditolak oleh Norman. Norman tak menyangka bahwa sahabatnya akan menghianati dirinya. Rudy menjelaskan kepada Norman, dirinya haya ingin bebas dari penjara dan dapat segera bertemu dengan kedua adiknya. Norman adalah sahabatnya, namun dirinya kali ini lebih mementingkan kehidupan kedua adiknya. Mendengar penjelasan rudy, Norman terdiam dan langsung menembaki Surya dengan membabi buta. Melihat penjagaan Norman lemah, Surya melepaskan peluru ke arah dada Norman. Norman yang terkena tembakan langsung jatuh tersungkur ke tanah dan diam tak bergerak. Keheningan menyertai Rudy saat melihat sahabatnya jatuh ke tanah. Diam dan hanya bisa memandangi sahabanya yang kini telah pergi untuk selamanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar