Barusan Aku bertemu dengannya. Ia bilang, “kamu cantikan,”
Aku menanggapinya dengan biasa saja. Cuma basa-basi pikirku. Sedangkan dia,
tubuhnya sudah berubah. Terakhir Aku bertemu dengannya, lekuk tubuh masih
menghiasi setiap bagian tubuhnya dari atas sampai bawah. Namun sekarang, oh
tidak, perut itu membesar, membuncit dan akan meninggalakan bekas luka setelah
bayi yang di rahimnya keluar.
“Sudah berapa bulan?”tanyaku
Ia menengok ke arahku “sudah 9 bulan, tinggal menghitung
hari saja” wajahnya tersenyum. Seakan ada sinar yang memancar dari wajahnya.