Imajinasi Spontan 3

Ini merupakan tulisan lamaku yang sengaja dipindahkan agar terkelola dengan baik. isinya berupa pemikiran, opini dan imajinasi

Inspirasi bisa datang dari mana aja. Bisa dateng dari kehidupan, keluarga, orang-orang yang lo sayang, lingkungan, mahluk hidup, tuhan apa aja bisa menjadi insipirasi. Semua yang pernah  di lihat, dengar dan rasakan akan memberikan sebuah inspirasi untuk daya pikir otak lo. Tapi yang menjadikan inspirasi menjadi nyata, tergantung bagaimana lo bisa memvisualisakan dan merealisasikan inspirasi yang tertanam dalam otak. Bagaimana lo bisa menerjemahkannya ke media yang dapat dimengerti dan dipahami manusia. Komunikasi verbal maupun non verbal.


Gue suka ini, inspirasi yang dateng tiba-tiba. Memudahkan otak untuk melakukan pemikiran yang gue ketik ke dalam blog. Semuanya mengalir aja. Atau ini hanyalah bagian efek ganja yang gue hisap. lalu kenapa ini di larang?. Jika daun yang gue hisap ini mampu memberikan ide-ide kreatif yang mampu memberikan hasil yang hebat. Gue gak tau tulisan gue hebat atau tidak. Jika memang tidak hebat, suatu saat nanti kata-kata dari tulisan gue akan di pakai orang-orang.

Banyak musisi yang memakai ganja untuk mencari inspirasi kaya Band idola gue Slank. Gue amat sangat yakin pasti Kaka sama Bim-bim pernah make ganja buat bikin lagu mereka yang keren. Emang gue gak pernah liat mereka ngsisep ganja. Tapi gue gak perlu itu. Udah ketahuan dari gaya mereka pas di tahun 90an. Slengean banget tapi keren. Slank emang punya gayanya sendiri untuk mabok. Mereka mabok dengan gaya musisi rock n roll anak Jakarta. Bebas ala anak metopolitan. Slank adalah legenda band rock Indonesia, yang gak mungkin ada dalam 50 tahun terakhir. lirik-liriknya bebas dan jujur. Ditambah lagi dengan aransemen musik ala Slank. Membuat lagu-lagu mereka seakan hidup menjadi nyata.

Gue juga yakin orang-orang terkenal macam The beatles, Kurt Cobain, Adele, Johnny depp, Brat pitt, Angelina Jolie, Paris Hilton, Leonardo da vinci, Einstein, ilmuan cina sama arab yang gak gue kenal namanya pasti pernah make. Mau ganja itu di hisap, di jadiin obat, di pake di badan waktu benangnya terbuat dari ganja, di buat kue untuk pengobatan masih banyak lah kegunaan positif daun ganja. Kalo buat gue sendiri, ini berguna banget buat memancing sisi kreatifitas gue. Inspirasi yang datang setelah menghisap ganja, bisa gue salin ke dalam tulisan. Gue punya batasan waktu, dimana saat yang tepat untuk menghisap ganja. Setiap gue nulis gak perlu harus ngsiep ganja dulu. Tapi kalo udah lagi gak ada ide sama sekali, ngisep ganja bisa jadi pilihan, tapi harus cari cara yang lain dulu, sebelum ngisep ganja buat cari jalan keluar. Anggap lah ngisep ganja ada di peringkat terakhir untuk mencari inspirasi. Kecuali lo mau buat efek ganja di tulisan. Ngisep ganja lalu lo buat tulisan, bebas lo mau ngetik apa, terserah, biarin aja otak lo yang udah terkontaminasi sama ganja mengalir membuat tulisan, lalu iseng-iseng baca saat lo sadar. Pasti kejutan yang  didapet dari tulisan giting lo.

Kenapa ini di larang di Indonesia?

Wajar ini di larang, jika efek ganja lebih menimbulkan efek negatif bagi orang-orang yang memakai ganja hanya sebagai efek memabukkan. Mereka tak melihat isi manfaat di balik daun ganja itu sendiri. Bagi mereka yang penting ada rasa damai, seru, tenang dan bebas. Rasa yang tak mereka dapat kan di dunia nyata. Dunia tanpa ganja. Menghisap ganja hanya untuk menyelesaikan masalah, Masalah yang tak bisa mereka hadapi dan lari dengan menghisap ganja. Mereka takut untuk menghadapi masalah itu dan bersembunyi di balik kedamaian ganja. Jika saja mereka berani untuk mendobrak untuk menyelesaikan masalah tanpa bersembunyi di balik ganja. Gue yakin mereka akan lebih menghargai daun ganja sebagai mana mestinya. Menghormati manfaat daun ganja dan memakainyanya dengan lebih bijaksana.

Gue gak tau sampe kapan ganja dilarang di Indonesia, mungkin 10-20 tahun lagi. itu tergantung proses pendidikan di Indonesia. Jika saja pendidikan menjadi lebih maju dan merata di setiap daerahnya. Gue yakin daun ganja akan di pakai sesuai manfaatnya, dan masyarakat Indonesia lebih menghargai kegunaan daun ganja.

Untuk saat ini melarang ganja sebagai barang yang ilegal itu masih wajar. Asal kan sistem yang mengatur permasalahan tentang ganja harus direvisi lagi. Tak semua bahan yang terkandung pada tanaman ganja memberikan efek negatif. Jika diolah dengan benar, tanaman ganja dapat memberikan efek positif untuk pengobatan. Lalu tergantung pemerintahnya, kalo diawasi dengan ketat dan disiplin. pasti terlaksana. Tanaman ganja di gunakan untuk kebutuhan medis?, Yaaa.. gue tau ini Indonesia, negara yang mempunyai budaya menyepelekan bidang pengawasan dan perawatan. mampu memebeli dan membangun belom tentu bisa merawatnya. Rubah budaya itu, bukan berarti kita mengikuti budaya orang lain. Buat apa budaya kaya gitu, gak berguna. Kita harus menjadi lebih pintar, untuk tetap bersaing dan dipandang di dunia. Bukan negara yang hanya didengar.




 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar