Imajinasi Spontan 1

Ini merupakan tulisan lamaku yang sengaja dipindahkan agar terkelola dengan baik. isinya berupa pemikiran, opini dan imajinasi

Orang -orang gak peduli sama siapa diri lo, mereka peduli bagaimana,  yang lo lakukan, apa yang lo lakukan,  tingkah laku terhadap sesama,tuhan dan lingkungan. Mereka semua akan menghargai apa yang telah lo perbuat untuk diri lo sendiri, maupun itu baik ataupun buruk. Gue percaya semua orang punya sifat baik didalam dirinya, sekalipun itu orang paling jahat sedunia, gue yakin dirinya pernah berbuat baik. Kebaikan sebuah penciptaan yang memang telah diatur untuk mengatur lingkaran di dunia.


Gue gak tau kenapa tiba-tiba nulis blog kaya gin, mungkin efek ganja yang gue isep, banyak imajinasi pemikiran melayang-layang di otak gue, udah kaya tawon, otak gue sebagai sarang,semerawut banget.

abis pulang dari buka puasa sama orangorang kantor, sebelum balik gue mampir dulu ke tebet, kali aja ketemu temen yang lagi ada ganja. Emang kalo rejeki gak akan kemana, gue ketemu sama orang-orang yang lagi nongrong dibawah tiang listrik. Muka-mukanya gue kenalin semua, nafas legaan sedikit, kali aja ada ganja, buat perjalanan pulang naik motor kerumah. Yaaa...biasalah kalo anak tongkrongan cowo, udah lama gak ketemu tos dulu biar akrab lagi, ngobrol-ngobrol dikit aja jangan banyak basa-basi,inget tujuan utama isep ganja buat perjalanan pulang. langsung gue tanya aja, "ada yang punya baks ga?", itu anak-anak langsung nyahut semua kaya bocah TK dikasih permen, rame bener hahaa. Aman sudah, perjalanan menjadi lebih menyenangkan pulang kerumah.

Ngisep ganja ketawa-ketawa, pamit pulang kerumah.

Dijalan rasanya santai banget padahal jalan lagi rame banget, Jakarta gokil, jam sebelas malam jalanan masih rame dihuni kendaraan bermotor. Tapi itu gak berpangruh sama gue, yang lain pengendara motornya pada brutal-brutal banget, gue jalan dengan santai serta sangat berhati-hati. Maklum efek sebuah daun yang diciptakan untuk kebaikan dan kedamaian. tapi karena menghasilkan uang yang berlimpah, terjadilah sebuah sifat serakah manusia, ya sifat yang mendasari keburukan manusia untuk menyeimbangkan kebaikan. Pas di jalan enak banget muka gue, senyum gak mau lepas dari muka , menikmati hari minggu di Jakarta. kota gue lahir dan besar, kota yang dianggap ibu tiri untuk para pendatang, kota dengan beragam etnis Indonesia yang berkumpul membangun Jakarta sebagai Ibukota Indonesia. Gue,Saya,Ane,Aku Cinta Jakarta.

Gue naik motor dari tebet ke rumah gue di Pejaten, kira-kira 30 menit, tapi rasanya lama banget, lagi-lagi efek ganja. Bawa motor gue hati-hati banget, santai banget bawa motornya, kalo ada yang nyenggol dikit padahal dia yang salah, gue cuma ngasih tanda, nundukin kepala, padahal biasanya kalo lagi sadar, bawa motor di Jakarta isinya pembalap semua rata-rata,tapi emosinya marah-marah mulu. Bawa motor pagi-pagi di Jakarta makian udah wajar aja, hal kaya anjing lo, tai, ngentot, tolol, bego kata-kata semangat pagi yang biasa gue denger kalo pagi kalo gak sore di jakarta. Itu cuma sapaan selamat pagi ala Jakarta, sapaan yang memberikan motivasi untuk hidup itu keras kawan. Sapaan, jangan bermain dengan waktu, gunakan sebaik-baiknya. Hdiup di dunia itu singkat lakukan yang terbaik untuk diri lo, gunakan waktu itu dengan hal yang dapat memberikan lo senenangan, kebahagian, ketenangangan dan kedamaian. Lakukan apa yang mau lo lakukan, beranikan diri lo untuk mencoba sesuatu yang baru, itu membuat kita menjadi lebih cerdas, manusia merupakan mahluk yang dinamis, selalu berubah, apa yang dilihat dan didengarnya setiap hari akan memeberikan perubahan untuk dirinya. Perubahan itu yang dapat membuat manusia menjadi lebih pintar, mereka mempelajari setiap hari apa yang dilihat dan didengar, serta akan melakukannya secara sadar atau pun tidak sadar.

Akhirnya gue sampe rumah, buka pager, buka garasi, masukin motor, kunci pager. masuk rumah



Tidak ada komentar:

Posting Komentar