Barusan Aku bertemu dengannya. Ia bilang, “kamu cantikan,”
Aku menanggapinya dengan biasa saja. Cuma basa-basi pikirku. Sedangkan dia,
tubuhnya sudah berubah. Terakhir Aku bertemu dengannya, lekuk tubuh masih
menghiasi setiap bagian tubuhnya dari atas sampai bawah. Namun sekarang, oh
tidak, perut itu membesar, membuncit dan akan meninggalakan bekas luka setelah
bayi yang di rahimnya keluar.
“Sudah berapa bulan?”tanyaku
Ia menengok ke arahku “sudah 9 bulan, tinggal menghitung
hari saja” wajahnya tersenyum. Seakan ada sinar yang memancar dari wajahnya.
Aku hanya mengangguk.
“kamu kapan?” balasnya cepat
“hah..” ucapku spontan. “Aku belum menikah”
“lho masa sih? Wajahnya mengerut.
“belum ada jodohnya mungkin” Pundak-ku naik turun
Ia tertawa kecil “Ah masa, kamu kan cantik, sukses dan punya
karir yang bagus. Mungkin kamu tetrlalu pemilih ya?”
“mungkin saja” kataku pelan
“Jangan dong, kamu gak mau kan kayak guru akuntasi kita
waktu SMA dulu. Yang Aku denger, sampai sekarang ia belum menikah loh”
“Ya Aku tahu itu tapi jangan bandingkan Aku dengannya dong.
Lihat Aku, Kata kamu Aku cantik kan?”
Ia tertawa, Memeperlihatkan giginya yang sangat putih. Aku tersenyum.
Dalam pikirku, perawatan giginya pasti mahal. Belum lagi kulit mulus yang mesti
dijaganya. Ia tampak sangat berubah. Dulu Ia tidak seperti ini. Jalannnya saja ngengkang, seperti jagoan. Tapi
sekarang, dia adalah wanita incaran tiap pria. Sungguh beruntung pria yang
mendapatkannya.
“Kamu sudah punya pacar? Lanjutnya bertanya
“Aku baru putus 3 hari yang lalu”
“kenapa?” Ia menatapku iba
“Biasa laki-laki, selalu egois”
Bibirnya yang dilapisi gincu merah marun merengut “ya begitu
lah laki-laki, mereka mau menang sendiri.” Aku menyetujui ucapannya dengan
menangguk.
“Sabar ya, Kamu pasti dapat yang lebih baik. Aku yakin” Ia
mencoba menghiburku. Aku hanya tersenyum. “ya mudah-mudahan”
“kok, mudah-mudahan” balasnya. “gak boleh gitu, kita wanita
harus kuat. Apalagi kamu seorang wanita karir. Kamu pasti tahu soal itu, iya
kan?”
“Iya” jawabku bernada pelan
“oh iya. Kamu ke sini sama siapa?”
“Aku sendiri. Kamu kan tahu, sekarang Aku single”
“ih Kamu sensitif amat sih, santai aja. Inget, Kamu itu
wanita tangguh loh…” tangannya memukul pelan pundakku.
“Kalau Kamu sendiri sama siapa?
“Aku sama suamiku” balasnya. “itu dia” telunjukknya mengarah
ke seorang pria berambut cepak mengenakan kemeja hitam dibalut dengan jas biru
tua.
Aku mengenali pria tersebut. Bahkan sangat mengenalnya. Tapi
satu hal yang tidak Aku ketahui. Sekarang ini, tepat di depanku. Istirnya yang
hamil tua sedang berbincang-bincang dengaku dan Aku baru saja bercerita
mengenai kisah cintaku yang baru saja kandas. Pria itu adalah mantanku 3 hari
lalu.
Jadi jomblo lagi ??? hehehe
BalasHapusmaunya gitu tapi enakan udah berpasangan, ada yg mijitin hahaa
Hapus